Selamat Datang.... Blog Ini Hanya Ingin Berbagi Ilmu Pengetahuan dan Informasi Bersama.. Semoga Bermanfaat !!!!

Minggu, 10 Juni 2012

PERBEDAAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI BESAR LAINNYA DI DUNIA


PERBEDAAN IDEOLOGI PANCASILA DENGAN IDEOLOGI BESAR LAINNYA DI DUNIA
Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu
Tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
Dosen: Y. Ch.Nany S. M. Si




Disusun Oleh: Kelompok 7

1.    Lucya Purnamasari         10102241011
2.    Liliana Fitriani         10102241012
3.    Adityo Gari P         10102241013
4.    Rokhmatun Khasanah     10102241014

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Mengapa begitu besar pengaruh Pancasila terhadap bangsa dan negara Indonesia? Kondisi ini dapat terjadi karena perjalanan sejarah dan kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiasaan budaya, serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan.
Sejarah Pancasila adalah bagian dari sejarah inti negara Indonesia. Sehingga tidak heran bagi sebagian rakyat Indonesia, Pancasila dianggap sebagai sesuatu yang sakral yang harus kita hafalkan dan mematuhi apa yang diatur di dalamnya. Ada pula sebagian pihak yang sudah hampir tidak mempedulikan lagi semua aturan-aturan yang dimiliki oleh Pancasila. Namun, di lain pihak muncul orang-orang yang tidak sepihak atau menolak akan adanya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Mungkin kita masih ingat dengan kasus kudeta Partai Komunis Indonesia yang menginginkan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis. Juga kasus kudeta DI/TII yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan mendirikan sebuah negara Islam. Atau kasus yang masih hangat di telinga kita masalah pemberontakan tentara GAM.
Jika kita melihat semua kejadian di atas, kejadian-kejadian itu bersumber pada perbedaan dan ketidakcocokan ideologi Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia dengan ideologi yang mereka anut. Dengan kata lain mereka yang melakukan kudeta atas dasar keyakinan akan prinsip yang mereka anut adalah yang paling baik,
Masalah pokok yang hendak dikemukakan di sini adalah kenyataan bahwa Pancasila tidak merupakan paham yang lengkap, juga tidak merupakan kesatuan yang bulat. Kelengkapannya bergantung pada pemikiran lain yang dijabarkan ke dalam Pancasila; dan kesatuan bulatnya juga demikian. Dalam rangka ini, paham agama bisa pula masuk.
B.    Tujuan dan Kegunaan Penulisan Masalah
1.    Tujuan Penulisan Makalah
a.    Untuk mengetahui sejauh mana Pancasila cocok dengan kepribadian bangsa Indonesia
b.    Untuk mengetahui arti penting dari adanya Pancasila di negara Indonesia.
c.    Untuk mengetahui berbagai macam ideologi yang ada sebelum Orde Baru.
2.    Kegunaan Penulisan Masalah
a.    Bagi Penulis
Penulisan makalah ini disusun sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur dari mata kuliah Pancasila.
b.    Bagi pihak lain
Makalah ini diharapkan dapat menambah referensi pustaka yang berhubungan antara Pancasila dengan Ideologi lainnya.

C.     Perumusan Masalah
1.    Apa pengertian ideologi Pancasila?
2.    Apa bedanya antara ideologi Pancasila dengan ideologi Sosialis, Komunis dan    Liberal ?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Ideologi Pancasila
Sekarang ini bangsa Indonesia telah menikmati kemerdekaan selama kurang lebih 64 tahun. Untuk mendapatkan kemerdekaan tersebut banyak hal dan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh para tokoh kemerdekaan kita. Dan setelah merebut kekuasaan dan menjadikan bangsa Indonesia ini bebas dari belenggu perbudakan dari para imperalisme muncullah masalah baru yang sama rumitnya, yaitu menyusun dasar negara.
Menyusun atau membuat suatu dasar negara bukanlah hal yang sepele. Hal itu karena dasar negara atau yang sering disebut juga ideologi merupakan paham atau patokan utama yang digunakan untuk mengatur kehidupan bangsa itu sendiri untuk selamanya. Oleh karena itu, untuk menyusunnya para tokoh cendekiawan pembangun bangsa harus mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan rakyat Indonesia sehingga nantinya tidak ada satupun dari anggota negara kita ini yang nantinya teraniaya oleh peraturan, kebijakan, dan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.
Suatu dasar negara atau ideologi sangatlah penting dan sangat vital bagi Negara tersebut. Ideologi adalah sistem gagasan yang mempelajari keyakinan-keyakinan dan hal-hal ideal filosofis, ekonomis, politis dan sosial.  Karena ideologi itu akan menjadi arah suatu negara berjalan dan mengambil keputusan dalam kaitannya dalam kehidupan warga negara dan kehidupan internasional historis pembentukan Pancasila.
Pancasila sebagai sumber dasar filsafah serta ideologi bangsa dan negara Indonesia tidak terbentuk sertamerta dan mendadak dan diciptakan oleh seseorang begitu sajaberdasarkan pertimbangan dan pemikirannya sendiri seperti yang terjadi pada ideologi-ideologi lain yang berlaku di negara lain di dunia. Pancasila dibuat dan diciptakan dari kesepakatan beberapa tokoh nasional pemerjuang kemerdekaan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia dijadikan suatu tinjauan dalam pembentukan pancasila. Hal itu dikarenakan Pancasila merupakan suatu sumber negara ataupun suatu sumber nilai yang nantinya akan dianut oleh segenap rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupannya dan juga sebagai barometer dalam penyelenggaraan pemerintahan tidak terkecuali dalam bergaul dengan dunia internasional. Sehingga dalam pembentukannya Pancasila harus mencerminkan kehidupan seluruh bangsa Indonesia.
Selain sebagai dasar negara Indonesia, Pancasila juga memiliki kedudukan sebagai pandangan hidup dan ideologi nasional Indonesia. Kedudukan dan fungsi pancasila dapat dibagi sebagai berikut:
1.    Sebagai sebuah pandangan hidup bangsa Indonesia, maka rumusan isi pancasila sudah mencerminkan apa yang menjadi jiwa bangsa dan kepribadian hidup bangsa Indonesia.
2.    Sebagai sebuah ideologi dalam ketetapan MPR RI no VVIII/MPR/1998 Pasal I, menyatakan bahwa Pancasila sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945 adalah dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara.
3.    Sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. 
(sumber: Kaelan, MS, 2003)
B.    Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Besar Lainnya di dunia.
Pada awalnya secara kausalitas bersumber dari nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yaitu adat istiadat ,serta dalam agama-agama bangsa Indonesia sebagai pandangan hidup bangsa. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila berasal dari nilai-nilai pandangan hidup bangsa telah diyakini kebenarannya kemudian diangkat oleh bangsa Indonesia sebagai dasar filsafat negara dan kemudian menjadi ideologi bangsa dan negara. Oleh karena itu, ideologi Pancasila, ada pada kehidupan bangsa dan terlekat pada kelangsungan hidup bangsa dalam rangka bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
    Sebelum era reformasi di tanah air kita ,dalam proses perjuangan MELAWAN kolonialisme terjadi penyerapan berbagai wawasan ideologi lain yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang telah disepakati para pemimpin gerakan kebangsaan Indonesia. Berbagai ideologi yang ada sebelum Orde Baru, antara lain sebagai berikut:
1.    Ideologi Sosialis sebagai ideologi, telah lama berkembang sejak ratusan tahun yang lalu. Sosialisme sendiri berasal dari bahasa Latin yakni socius (teman). Jadi sosialis merujuk kepada pengaturan atas dasar prinsip pengendalian modal, produksi dan kekayaan oleh kelompok.
Istilah sosialisme pertama kali dipakai di Perancis pada tahun 1831 dalam sebuah artikel tanpa judul oleh Alexander Vinet. Pada masa ini istilah sosialisme digunakan untuk pembedaan dengan indvidualisme, terutama oleh pengikut-pengikut Saint-Simon, bapak pendiri sosialisme Perancis. Saint-Simon lah yang menganjurkan pembaruan pemerintahan yang bermaksud mengembalikan harmoni pada masyarakat
2.    Ideologi Komunis -Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia. Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan sebagai Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata.yang paling utama pula Komunis sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya sehingga Komunis juga disebut anti liberalisme.Parahnya Komunis sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata. Ideologi Komunis bersifat absolutisasi dan determinisme, karena memberi perhatian yang sangat besar kepada kolektivitas atau masyarakat, kebebasan individu, hak milik pribadi tidak diberi tempat dalam Negara Komunis. Manusia dianggap sebagai “sekrup” dalam sebuah kolektivitas.
3.    Ideologi Liberal Ajaran liberal bertitik tolak dari paham individualisme (perorangan) yang mendasarkan hak dan kebebasan individu, yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat  di ganggu siapapuun. Paham liberalisme tidak sesuai dengan pancasila yang memandang manusia sebagai makhluk pribadi dan sekaligus makhluk sosial, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat wajib menyelaraskan kepentingan pribadinya dengan kewajibannnya terhadap masyarakat. Pancasila adalah paham integralistik atau kekeluargaan sehingga menolak individualisme.
4.    Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia memiliki berbagai perbedaan dengan sistem ideologi liberal dan komunis. Pancasila mengakui dan melindungi baik hak individu maupun masyarakat baik dibidang ekonomi maupun dibidang politik. Dengan demikian ideologi kita mengakui secara selaras baik kolektif maupun individualisme. Demokrasi yang dikembangkan bukan semata politik seperti ideologi komunis tapi juga ekonomi dalam sistem liberal dasar perekonomian bukan usaha bersama dan kekeluargaan namun kebebasan individu untuk berusaha sedangkan dalam sistem komunis negara yang mendominasi bukan warga negara.
 (sumber: www.google.com perbedaan pancasila dengan Ideologi lainnya)

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
Ideologi Pancasila yang merupakan ideologi negara dan dasar negara, mempumyai kedudukan penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan dasar bagi semua peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia. Selain itu, Pancasila menjadi dasar bagi perilaku aparatur negara dan pemerintah Indonesia. Sebagai sarana persatuan bangsa Indonesia, Pancasila berfungsi sebagai pengikat seluruh bangsa dalam bidang ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan 230 juta penduduk Indonesia. Fungsi Pancasila yang demikian, menyebabkan bangsa Indonesia memerlukan keberadaan ideologi ini demi kelangsungan hidup bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia.
     Ideologi asing seperti Liberalis, Komunis, Sosialis tidak cocok diterapkan di Indonesia karena bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

B.    Saran
Untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila, diperlukan usaha yang cukup keras. Salah satunya kita harus memiliki rasa  nasionalisme yang tinggi. Selain itu, kita juga harus mempunyai kemauan yang keras guna mewujudkan negara Indonesia yang aman, makmur dan nyaman bagi setiap orang yang berada di dalamnya.

                                               DAFTAR PUSTAKA
Nopirin. 1980. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila, Cet. 9. Jakarta: Pancoran Tujuh
Salam, H. Burhanuddin, 1998. Filsafat Pancasilaisme. Jakarta: Rineka Cipta
Kaelan, MS, 2003, Pendidikan Pancasila, Yogyakarta: Paradigma
www.google.com perbedaan pancasila dengan Ideologi lainnya, ( diakses pada hari Minggu, 3 Oktober 2010 pukul 09: 45 : 30 )

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys